Berita Keuskupan Malang-Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Kembali mengadakan kunjungan rutin dalam rangka membangun silahturahmi dengan Forkopimda Kota Malang dan tokoh-tokoh Agama Islam. Kunjungan rutin di Hari Raya Idul Fitri ini dilakukan bukan hanya sekadar untuk mengucapkan selamat hari raya, namun juga bentuk keterbukaan Gereja Katolik Keuskupan Malang dalam menjalin relasi persaudaraan dengan pemerintah kota dan para tokoh agama.
Rangkaian kunjungan Bapa Uskup kali ini diawali dari kantor Polresta Kota Malang. Saat berkunjung ke Polresta Malang Kota, Bapa Uskup berserta jajaran pimpinan Keuskupan Malang, FKUB Kota Malang, dan Pengurus Organisasi Pemuda Katolik, disambut langsung oleh Kapolresta Kota Malang, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, S.I.K beserta keluarga dan jajarannya. Kunjungan kemudian berlanjut ke Ketua FKUB Kota Malang, K.H. Ahmad Taufiq Kusuma. Di rumah K.H. Taufiq, rombongan Bapa Uskup disambut dengan penuh kekeluargaan, canda tawa dan berbagai kisah kehidupan.
Setelah itu, Bapa Uskup melanjutkan kunjungannya ke Wakil Walikota Kota Malang, Bapak Ali Muthohirin. Dalam kunjungan tersebut Bapak Ali sempat bercerita tentang situasi dan kondisi perayaan Hari Raya Idul Fitri di Kota Malang yang beragam. Selepas kunjungan dari kediaman Bapak Ali, Bapa Uskup dan rombongannya berkunjung ke kediaman Bapak Walikota Malang, Bapak Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat M.M.
Rangkaian kunjungan Bapa Uskup berakhir di K.H. M. Yusuf Abdurrahman pengasuh PP Darul Hikmah An-Nawawi, Sukun. Gus Yusuf demikian sapaan beliau, selain sebagai pegasuh pondok pesantren, juga aktif dalam program khitan yang juga sering melibatkan tenaga medis dari jajaran TNI-POLRI. Bapa Uskup sempat berkunjung ke kediaman Dr. K.H. Marzuqi Mustamar, M.Ag., namun beliau sedang berada di luar kota.
Berita Keuskupan Malang-Sukacita merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H tidak hanya dirasakan umat muslim dengan melakukan silahturahmi atau kunjungan kepada keluarga ataupun kerabat. Uskup Malang, Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan juga turut merayakan sukacita Hari Raya Idul Fitri tahun ini, dengan mengadakan silahturahmi atau kunjungan persaudaraan kepada beberapa tokoh pemerintahan dan umat muslim. Adapun tokoh pemerintahan yang dikunjungi oleh Mgr. Pidyarto adalah Bapak Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. dan Bapak Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin. Masing-masing kedua tokoh tersebut dikunjungi di rumah dinasnya. Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Pidyarto yang didampingi oleh perwakilan pengurus FKUB Kota Malang, disambut dengan penuh keramahan dan sukacita oleh Bapak Walikota Malang dan Wakil Walikota Malang beserta keluarga masing-masing. Selain bersilahturahmi, kunjungan Bapa Uskup Malang tersebut juga merupakan dukungan Gereja Katolik terhadap Pemerintahan Kota Malang dalam upaya mewujudkan Kota Malang yang aman dan damai.
Kunjungi Tokoh Muslim
Selain mengunjungi tokoh-tokoh pemerintahan, Mgr. Pidyarto juga mengunjungi tokoh-tokoh umat muslim diantaranya adalah KH. Ahmad Taufik Kusuma, Ketua FKUB Kota Malang. Dengan penuh persaudaraan Bapak KH. Taufik beserta keluarganya menerima kehadiran Bapa Uskup Malang bersama rombongannya. Di kesempatan yang berbeda, Mgr. Pidyarto juga melakukan kunjungan kepada pengasuh podok pesantren ngalah, pasuruan, KH. M. Sholeh Bahruddin Kalam. Dalam kunjungannya tersebut, Bapa Uskup yang didampingi anggota Komisi HAAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) Keuskupan Malang diterima dengan penuh sukacita oleh Kyai Sholeh dan para santrinya. Dengan penuh canda tawa dan keramahan Kyai Sholeh berkisah kepada para tamu yang hadir agar senantiasa membangun kerukunan dan persaudaraan satu sama lain.
Berita Keuskupan Malang-Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim, sekaligus hari untuk membangun silahturahmi baik di dalam lingkup keluarga dan masyarakat. Pada Raya Idul Fitri setiap umat muslim setelah melaksanakan sholat Ied, umumnya mengadakan kunjungan atau silahturahmi antar keluarga maupun tetangga untuk saling memaafkan.
Tidak hanya umat muslim, tradisi baik ini juga dilakukan oleh umat beragama lain, termasuk Mgr. Pidyarto sapaan akrab Uskup Malang.
Silaturahmi Persaudaraan
Mgr. Pidyarto beserta jajarannya, juga melakukan silaturahmi ke beberapa tokoh muslim yang ada di Kota Malang dan Pasuruan, diantaranya Bapak K.H. A. Taufik Kusuma, selaku Ketua FKUB Kota Malang, Kombes. Pol. Budi Hermanto, Kapolresta Kota Malang, K.H. M. Sholeh Bahruddin. Tradisi baik ini dilakukan Mgr. Pidyarto untuk menunjukkan keterbukaan Gereja Katolik dalam membangun relasi persaudaraan dengan umat yang beragama lain, secara khusus umat muslim. Dalam kunjungan kali ini, Mgr. Pidyarto juga didampingi pengurus Komisi HAK, Komisi Kerawam Keuskupan Malang dan FKUB Kota Malang. Mgr. Pidyarto, dalam setiap kunjungannya senantiasa membuka diri untuk bersama-sama dengan para tokoh muslim membangun perdamaian dan persaudaraan secara khusus di Kota Malang.
Berita Keuskupan Malang-Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm menegaskan bahwa Pedoman Pastoral Keuskupan Malang yang telah disusun dari tingkat lingkungan sejak tahun 2017 dan diberlakukan mulai tahun 2020 hingga 2032 bersifat wajib dan mengikat, bagi setiap paroki, komisi, tarekat dan unit karya di seluruh wilayah Keuskupan Malang. Hal itu disampaikan Monsinyur Pid dalam sesi Evaluasi Pedoman Pastoral Keuskupan Malang termin 1, tahun 2020-2023 Pertemuan Tahunan Keuskupan Malang ke-48 pada Kamis 30 November 2023 di Aula Rumah Pembinaan Julie Bilyart – Lawang, Kabupaten Malang.
Uskup Malang meminta seluruh peserta Pertemuan Tahunan untuk menghargai proses yang panjang sebelum menjadi sebuah buku yang berjudul Pedoman Pastoral Keuskupan Malang. Selama 3 tahun tepatnya sejak 2017, proses secara bertahap dimulai dari pendataan ulang jumlah umat dengan berbagai segi kehidupan mereka agar pedoman pelayanan pastoral dapat disusun secara tepat guna sesuai dengan kebutuhan umat. Team pengarah berhasil merumuskanmya dari hasil kerja dekenat-dekenat dan dibahas dalam Musyawarah Pastoral Keuskupan Malang di Rumah Retret SVD, Ledug, pada 26 – 28 November 2018 yang lalu untuk menetapkan berbagai misi berpanduan visi Keuskupan Malang “Menjadi Gereja yang semakin injili”. Dan hasil kerja MusPas, diolah kembali dan dibahas dalam pertemuan Dewan Pastoral pada bulan Juli 2019 di Pusat Pastoral Keuskupan Malang. Akhirnya team pengarah menyusun suatu teks final dan dicetak dalam bentuk buku yang disebut “Pedoman Pastoral Keuskupan Malang untuk periode 2020 – 2032.” Pedoman Pastoral Keuskupan Malang sebagai panduan untuk mewujudnyatakan motto Uskup Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm yaitu “Fideliter praedicare Evangelium Christi” (Dengan setia mewartakan Injil Kristus).
Pertemuan Tahunan Keuskupan Malang ke-48 yang diselenggarakan pada Selasa-Kamis, 28-30 November 2023 dibagi dalam sesi dari hati ke hati para Imam, pimpinan tarekat dan pertemuan bersama umat dengan total kehadiran lebih dari 300 peserta. Para peserta yang hadir terdiri dari para Pastor baik yang berkarya di 32 Paroki dan 1 kuasi maupun di luar paroki, 15 Komisi dari rumpun pewartaan, pembinaan dan kemasyarakatan, anggota Dewan Pastoral dan Dewan Imam Keuskupan, para pimpinan tarekat dan seminari, ketua-ketua yayasan beserta seluruh fungsionaris paroki dan kategorial yang berkarya di wilayah Keuskupan Malang dengan tema “Keuskupan Malang: Gereja Sinodal yang terlibat dalam kehidupan sosial politik”. Tema tersebut ditentukan oleh Ketua Panitia Pengarah sekaligus Vikaris Jendral Keuskupan Malang, RD. Alphonsus Tjatur Raharso dalam rangka menyambut Tahun Politik 2024 dan mengundang seluruh umat untuk mewujudkan pemilu damai.
Berita Keuskupan Malang-Hari masih pagi udara sejuk di Kota Malang dan sekitarnya masih pada sekitar 17⁰C akan tetapi sudah ratusan umat berkumpul di lapangan parkir belakang Gereja Santo Andreas Tidar Malang. Mereka bersama bersiap mengikuti senam pagi sebelum acara Jalan Sehat.
Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB Vikjen Keuskupan Malang Romo Tjatur Raharso Pr. naik panggung dan memimpin doa untuk kesuksesan kelancaran dan kebersamaan seluruh umat kristiani yang akan menyemarakkan HKNL dengan Jalan Sehat dan Bina Keluarga serta aneka acara yang menyertainya.
Senam Kebugaran
Tiga orang pemandu gerak dari atas panggung menyemangati seluruh yang hadir untuk senam pagi bersama dengan aneka gerakan yang membuat seluruh anggota tubuh bergerak mulai dari kepala tangan badan dan kaki mengikuti irama dari para pemandu gerak serta iringan musik yang diperdengarkan.
Kalau diamati secara sepintas peserta senam pagi ini selain dihadiri para pasutri, keluarga juga dihadiri para pastor dan biarawan/biarawati yang komunitas mereka berada di sekitar Gereja Santo Andreas Tidar Malang.
Ketika dirasa senam pagi sudah cukup sebagai pemanasan tibalah Romo Tjatur Raharso dengan didampingi Pastor Paroki Santo Andreas Tidar Romo Manik O.Carm mengibarkan bendera start sebagai tanda Jalan Sehat dimulai.
Jalan Sehat Nusantara
Semua orang yang tadinya mengikuti senam pagi sekarang mereka semua berjalan-jalan dengan mengikuti route yang telah ditetapkan panitia di sekitar Perumahan Villa Puncak Tidar.
Route yang dilalui sedikit lalulintas umum yang lewat, jalannya lebar serta sejuk bersih, di kanan kiri jalan banyak tanaman hias yang dirawat dengan baik sehingga mereka semua yang melewatinya terbawa dalam suasana nyaman dan aman.
Walaupun ada turunan dan tanjakan jalan nampaknya tidak masalah bagi mereka hal itu nampak mereka semua sampai pada tujuan yakni Pos 1 untuk menerima air mineral dalam kemasan serta makanan ringan.
Sukacita Bersama dan Sharing Panggilan
Di Pos 1 ini juga tersedia panggung alami yakni gundukan tanah yang dapat digunakan untuk unjuk ketrampilan dalam bernyanyi dan menari, tak terkecuali Frater MSF Provinsi Kalimantan unjuk kebolehan dengan menyanyikan beberapa lagu dengan iringan gitar yang dipetik oleh dua orang frater.
Seorang frater MSF bercerita tentang bagaimana ketika mereka dahulu semasa remaja aktif di paroki sebagai putra-putri altar dan atau SEKAMI sampai menuju postulat – novisiat bahkan sekarang berada di Skolastikat MSF Kalimantan di Malang.
Demikian pula beberapa suster biarawati juga bercerita tentang awal mula beliau tertarik menjadi biarawati kemudian memilih komunitas religius sampai dengan kaul-kaul kebiaraan.
Paparan dari para frater dan suster biarawati pada intinya ingin mengungkapkan bahwa benih-benih panggilan untuk menjadi pastor biarawan dan biarawati semua berasal dari kebiasaan baik dalam keluarga.
Keluarga menyertakan anak-anak untuk pergi ke gereja, anak-anak dikenalkan dengan sekolah minggu atau bina iman anak dimana mereka mengenal iman katolik dari penuturan pendamping sekolah minggu.
Di dalam keluarga anak-anak melihat contoh penghayatan iman orangtua masing-masing. Orangtua juga berusaha agar Sakramen Inisiasi dapat diterima anak-anak sesuai dengan waktu yang seharusnya atau orangtua tidak menunda-nunda penerimaan Sakramen Inisiasi kepada putra-putri mereka.
Setelah dirasa cukup waktu di playground VPT, para peserta jalan sehat diajak kembali berjalan menuju lapangan parkir Gereja Santo Andreas Tidar.
Bazar UMKM
Disana lapak-lapak UMKM Paroki sudah siap menyediakan aneka produk mulai dari sayur-sayuran sehat, salad buah, makanan olahan produk rumah tangga maupun makanan cepat saji. Tersedia juga lapak CU Kosayu dan Lapak Yayasan Ibu Teresa yang bersemboyan “Sahabat dikala duka”.
Misa HKNL di Tidar
Bersamaan dengan acara jalan sehat nusantara, dirayakan juga misa Hari Kakek Nenek dan Lansia di Gereja Santo Andreas Tidar Malang. Misa tersebut dipersembahkan oleh Bapak Uskup Keuskupan Malang Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm.
Sesudah misa Bapak Uskup berkenan hadir di tempat yang telah disediakan oleh panitia. Hadir pula pada saat itu orangtua dari para pastor yang berdomisili di di Kota Malang. Salah satunya menyampaikan sharingnya tentang panggilan hidup bakti putranya yang kini sudah menjadi pastor.
Misa HKNL di Gereja Katedral Malang
Misa Hari Kakek Nenek dan Lansia di Gereja SPMGK Katedral Malang dipersembahkan oleh Pastor Paroki Romo Ignasius Adam Suncoko Pr dan Romo Ignasius Joko Purnomo O.Carm., dengan mengambil waktu khusus yakni Minggu 23 Juli 2023 pukul 10.00 WIB.
Hadir mengikuti misa tersebut sekitar 350 an kakek nenek dan lansia serta para pendamping mereka.
Sesudah komuni para kakek nenek dan lansia satu per satu menerima Sakramen Perminyakan dari Romo Adam, Romo Joko dan Romo Denny Firmanto Pr.
Bagi para lansia yang masih sehat bisa berjalan maju satu per satu mendekati para imam untuk menerima Sakramen Perminyakan. Sedangkan kakek nenek dan lansia yang tidak dapat berjalan maka para romo yang menghampiri mereka dan mendoakan serta mengoleskan minyak untuk sakramen perminyakan pada dahi dan telapak tangan mereka.
Berita Keuskupan Malang-Komisi Keluarga Keuskupan Malang (K3M) mensosialisasikan program kerja di tahun 2023 yang terlaksana pada hari Kamis 15 Juni 2023 sore hari melalui jalur jaringan atau zoom meeting.
Mereka yang diundang untuk hadir dan mengikutinya adalah para Pastor Kepala Paroki, Ketua Bidang Paguyuban dan Ketua Seksi Keluarga atau yang mewakilinya.
Acara yang dipandu oleh Ibu Elly dan Ibu Villi dari K3M ini, dapat disimpulkan menyampaikan beberapa hal antara lain:
Kursus Perkawinan (KPP)
Animasi Hukum Gereja Perkawinan
Hari Kakek Nenek dan Lansia (HKNL)
Bina Keluarga
Jalan Sehat Nusantara
Kursus Persiapan Perkawinan (KPP)
Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) yang diselenggarakan pada setiap bulan Genap, untuk 2023 pada Dekenat Malang Kota masih menyisakan tiga kali pelaksanaan yakni pada
11-13 Agustus
13-15 Oktober
8-10 Desember.
Pelaksanaan kursus tersebut akan bertempat di Rumah Retret Maria Magdalena Postel, Jalan Jayagiri Malang.
Animasi Hukum Gereja Perkawinan
Animasi Hukum Gereja tentang Perkawinan akan diselenggarakan di dua regio, yakni Regio Timur dan Barat. Untuk Regio Timur akan bertempat di Kuasi Paroki Kraksaan, Paroki Probolinggo. Sedangkan untuk Regio Barat akan bertempat di Paroki Santo Albertus de Trappani,Blimbing.
Mengenai waktu penyelenggaraan masih dalam proses pembicaraan. Animasi ini, ditujukan kepada para orang muda katolik (OMK) namun tetap terbuka juga bagi para orangtua yang ingin mengikutinya.
Dalam salah satu sesi tanya jawab, Romo Ketut MSF juga mempersilakan paroki-paroki yang ingin menyelenggarakan animasi secara mandiri, K3M akan membantu dan memfasilitasinya dengan menghadirkan narasumber.
Hari Kakek Nenek dan Lansia (HKNL)
Dalam rangka menyambut Hari Kakek Nenek dan Lansia (HKNL) pada tahun ini, paroki-paroki diajak untuk tetap memperhatikan para kakek nenek dan lansia dalam beberapa bentuk tindakan dan kegiatan. Adapun tindakan dan kegiatan yang disarankan adalah menyapa mereka, berkunjung ke rumah kediamannya serta mengintensikan secara khusus dalam Perayaan Ekaristi.
Perayaan Ekaristi HKNL akan dilaksanakan di paroki masing-masing pada hari Minggu 23 Juli 2023 dalam salah satu misa yang ditentukan untuk itu. Katekese dalam rangka HKNL hendaknya disiapkan oleh paroki masing-masing karena paroki yang lebih tahu akan situasi kondisi umat di paroki.
Untuk Perayaan Ekaristi Hari Kakek Nenek Lansia secara umum akan diselenggarakan di Paroki Santo Andreas, Tidar. Perayaan Ekaristi tersebur rencanya akan dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Malang, meskipun saat ini masih dalam tahap konfirmasi.
Bina Keluarga
Pada tahun ini akan diadakan Bina Keluarga. Adapun tema yang akan diusung dalam acara tersebut adalah “Menumbuhkan Panggilan Hidup Bakti dalam keluarga”. Acara tersebut akan dilaksanakan pada hari Minggu 23 Juli 2023 di halaman parkir Gereja Santo Andreas Tidar.
Adapun acara Bina Keluarga tersebut akan mengundang perwakilan umat paroki, para frater, suster, dan keluarga kaum terpanggil di Regio Barat. Dalam acara tersebut para peserta akan diajak mendengarkan sharing dari para frater-suster dan keluarga yang anggota keluarganya ada yang telah menjadi anggota tarekat hidup bakti.
Poin yang ingin disampaikan dalam sharing tersebut adalah benih-benih panggilan hidup bakti yang pertama dan utama akan muncul awalnya dari keluarga.
Jalan Sehat Nusantara
Jalan Sehat Nusantara merupakan program kerja sama antara K3M dengan ME Distrik X Malang. Acara yang akan dilaksanakan pada Minggu 23 Juli 2023 pagi hari tersebut, akan mengambil route jalan-jalan sekitar Paroki Santo Andreas Tidar.
Dalam acara ini panitia juga akan mengundang perwakilan umat paroki se Regio Barat. Acara tersebut akan diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan Games, Bazaar UMKM, Panggung Hiburan dan Doorprize, info selengkapnya dapat dilihat pada flyer yang ada. Untuk tiket jalan sehat dapat diperoleh melalui panitia
Ibu Novi selaku Ketua Panitia acara tersebut Ibu Novi juga mempersilakankan bila ada paroki yang ingin mengadakan acara seperti ini juga di paroki masing-masing.
Media Sosial Sarana Komunikasi Lancar
Untuk memperlancar komunikasi antara para anggota, dianjurkan Seksi Keluarga Paroki se Keuskupan juga membentuk wadah komunikasinya melalui WAG Keluarga Menuju Kekudusan. Program ini sudah berjalan beberapa waktu. Namun karena terdapat pergantian Seksi Keluarga Paroki disana-disini, maka K3M mengharapkan agar Seksi Keluarga Paroki mengupdate keanggotaannya dan mohon untuk menghubungi K3M.
Acara yang berlangsung selama 90 menit ini ditutup dengan doa oleh Bapak Agus dan berkat oleh Ketua K3M Romo Timotius I Ketut Adi Hardana MSF.
Berita Keuskupan Malang-Semua karena penyelenggaraan Illahi sehingga kerisauan was-was dan khawatir hilang seketika dan yang terjadi semua baik sekali lagi semua baik.
Bagaimana tidak risau kalau menjelang satu minggu sebelum pelaksanaan Misa HUP yang dilabeli kata ‘Semarak” tanggapannya minim, mereka yang seharusnya mendaftar melalui Ketua Lingkungan masing-masing amat sedikit bahkan kalau dibandingkan dengan jumlah panitia anggota koor dan para wiyogo.
Penyelenggaraan Ilahi
Sungguh hanya karena penyelenggaraan Illahi melalui RohNya yang Kudus yang menyemangati mereka untuk hadir dalam Misa HUP pada hari Minggu 28 Mei 2023 mulai pukul 10.00 WIB di gedung Widya Bhakti, yang dipersembahkan oleh Pastor Kepala Paroki Katedral Malang Romo Ignasius Adam Suncoko Pr.
Sehingga jumlah yang hadir lebih dari 100 orang, baik yang berpasangan sebagai suami-istri maupun sedang sendiri karena salah satu pasangannya sudah terlebih dahulu berpulang ke surga.
Sebuah Kesaksian
Dalam homili Romo Adam memberi kesempatan kepada satu pasutri yakni pasutri Bapak Thomas Suroso Sumbodo dan Ibu Christina Nanik Kasiani yang berulang tahun perkawinan 58 tahun untuk mensharingkan hidup perkawinannya. Bahwa hidup perkawinannya tidak selalu berjalan mulus, ada kekurangan ada pula perbedaan pendapat atau tidak sejalan, namun semua dapat diselesaikan dengan baik karena saling menyadari akan kekurangan diri.
Ketika Romo bertanya, “Siapakah yang lebih dahulu berinisiatif untuk damai?” diperoleh jawaban bahwa keduanya mempunyai inisiatif untuk meminta maaf walaupun tidak dalam waktu yang sama, kadang bersikap mengalah menjauh namun tidak terlalu lama”.
Ibu Suroso juga bercerita akan nasihat dari ibunya yang selalu diingat, “itu sudah pilihanmu, kamu juga harus sabar dan tetap setia pada suamimu apapun yang terjadi”, beliau juga menambahkan “selalu mendoakan suami yang bertugas jauh dari rumah dan dalam waktu yang lama”.
Dan Romo Adam menambahkan, “ada yang diusahakan berarti ada butir-butir rahmat Tuhan, ada kekuatan dari luar diri pasutri yakni rahmat Tuhan”.
Orka Budaya Semarakkan HUP
Misa Semarak HUP kali ini disemarakkan oleh Orka Budaya Bidang Kesaksian yang anggotanya mengenakan kaos biru bertuliskan Langen Budaya Wahyu Widodo.
Mereka serba bisa ‘multi talent’ kata generasi X yaitu bisa menabuh gamelan bisa memainkan angklung bisa sebagai waranggono juga bisa menyanyi atau koor dengan iringan organ.Ya kemarin itu lagu-lagu ordinarium dinyanyikan oleh anggota koor dengan iringan organ, lagu-lagu: pembuka persembahan komuni dan penutup dengan iringan gamelan dan kulintang.Menurut MC – Ibu Erna yang juga dirigen, Orka Budaya berlatih setiap hari Senin sore di gedung Widya Bhakti lantai 3 dan sampai saat ini masih membuka diri untuk menerima anggota baru bahkan mengundang pasutri yang berHUP kali ini untuk ikut serta dalam grup Langen Budaya.HUP Sebagai Ungkapan SyukurUntuk diketahui bahwa Misa HUP kali ini ditujukan kepada para pasutri atau yang sudah single yang berulang tahun perkawinan pada bulan Januari Februari Maret April dan Mei.Mengapa demikian, karena setelah pandemi covid-19 setiap kali ada Misa HUP bulanan yang datang sangat minim, maka atas saran rapat DPP Harian diselenggarakan secara berkala.
Dan menurut informasi yang didapat oleh penulis, Misa HUP yang akan datang dilaksanakan lagi pada bulan Agustus 2023 dengan mengundang mereka yang ber-HUP bulan Juni Juli dan Agustus.
Setelah doa penutup misa, Romo Adam menyampaikan, “Selamat HUP untuk bapak-ibu dan Semoga selalu dalam Berkat Tuhan”.
Setelah ditunda tiga tahun, Perayaan Hari Komunikasi Sosial Nasional atau yang sering disebut PKSN kali ini benar-benar diselenggarakan di Keuskupan Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 17-21 Mei 2023.
Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia Romo Anthonius Steven Lalu Pr, Jumat (24/03/2023) menyatakan, PKSN akan diselenggarakan di Kota Kefa (Kefamenanu), sebuah wilayah dekenat di Keuskupan Atambua yang dihuni oleh 90 persen warga Katolik, dan merupakan ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.
Keuskupan Atambua sendiri telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk keperluan perayaan yang bakal berlangsung selama lima hari ini. Mulai dari pelatihan audio visual bagi pegiat komsos paroki yang bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten. Juga ada pendampingan bagi siswa-siswi SMA tentang bagaimana bermedia dengan cerdas.
Pelatihan dan pendampingan katekese digital bagi para calon katekis, pendampingan penggunaan medsos bagi ibu-ibu, seminar literasi sosial bekerjasama dengan kementerian Kominfo, dan lomba untuk anak-anak sekami akan meramaikan PKSN Atambua.
Romo Steven menyebutkan, kali ini kegiatan perayaan tak hanya berlangsung secara offline di Atambua. “PKSN juga diselenggarakan secara online. Beberapa acara seperti misalnya seminar nasional akan diselenggarakan secara hybrid,”ujarnya di Jakarta.
Selama beberapa pekan sebelumnya, berbagai lomba diselenggarakan secara online demi memeriahkan PKSN sekaligus menggaungkan pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia: “Berbicara dengan Hati”. Beberapa pelatihan dan lomba antara lain; lomba konten kreatif digital, lomba cipta lagu tema pesan paus, lomba menulis cerita, lomba podcast pewartaan, lomba menulis opini di media massa, komsoslympic, dan lomba film pendek.
“Rencananya juga akan ada tiga kali webinar yang akan membahas pesan paus dengan enggel yang berbeda pada akhir Maret, awal April dan Mei,”ujar Steven. Webinar ini dilengkapi dengan satu kali kegiatan refleksi bersama para ketua komsos tentang tema paus yang diselenggarakan secara hybrid dan berpusat di Kefamenanu.
Bicara dengan Hati
Tema PKSN yang juga merupakan inti dari pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-57 tahun ini berbunyi “Bicara dengan Hati”. “Setelah kita berlatih mendengarkan yang menuntut kita menunggu dan bersabar serta tidak memaksakan sudur pandang kita dengan cara yang merugikan, akhirnya kita dapat masuk dalam dinamika dialog dan saling berbagi, tepatnya berkomunikasi dengan ramah,”ujar Paus dalam pesannya.
Pesan Paus untuk bicara dengan hati ini menanggapi situasi dunia yang begitu kompleks ditandai dengan kekerasan (perang), amarah, ketidakpedulian dan kepalsuan. Menurut Paus, berkomunikasi dengan ramah (bicara dengan hati) berarti kita diminta untuk terlibat dalam ketakutan, harapan dan penderitaan manusia zaman ini dengan menemani dan memberi kasih melalui tutur kata. “Kita sebagai umat Kristiani didesak terus-menerus untuk menjaga lidah dari yang jahat,”ujar Paus.
Dalam pesannya ini pula Paus menampilkan sosok penulis atau pujangga Gereja yang pada tahun ini kita rayakan 400 tahun wafatnya, yakni Santo Fransiskus de Sales. Uskup Jenewa yang meninggal pada 28 Desember 1622 adalah pelindung para komunikator termasuk para wartawan/ jurnalis. Dia juga pelindung para penyandang disabilitas.
Bagi Paus, Fransiskus de Sales merupakan teladan yang tepat dalam berkomunikasi dengan hati. Berbagai tulisan yang pernah dibuat Fransiskus de Sales menginspirasi banyak pihak termasuk salah satunya Santo John Henry Newman yang kagum dengan ungkapan Frans de Sales dan menjadikannya sebagai motto hidup, yakni “cor ad cor loquitur” yang dalam Bahasa Indonesia berarti hati berbicara kepada hati.
Maksudnya, agar dapat bicara dengan baik, cukup dengan mencintai secara baik. Frans meyakini bahwa komunikasi tidak boleh direduksi sehingga yang kita sampaikan sebuah kepalsuan yang saat ini kita sebut sebagai strategi marketing. Komunikasi, bagi Frans merupakan cerminan jiwa, permukaan dari inti cinta yang tidak terlihat oleh mata. Frans juga menyatakan dengan jelas bahwa kita adalah apa yang kita komunikasikan. Jangan sampai apa yang kita ungkapkan bukanlah sejatinya dari diri kita.
“Komunikasi sering dieksploitasi sehingga dunia melihat kita seperti yang kita inginkan, bukan siapa kita sebenarnya,”tegas Paus Fransiskus mengutip kata-kata Frans de Sales.
—000—
Abdi Susanto
Narahubung :
Antonius Steven Lalu (Sekretaris Eksekutif Komsos KWI)
Berita Keuskupan Malang-Paroki Katedral Malang melalui Bidang Pelayanan melaksanakan pengobatan gratis di Dusun nDungan Desa Landungsari, pada Minggu 12 Maret 2023 mulai pukul 08.00 s.d 12.00 WIB. Pada mulanya kegiatan ini diusulkan oleh panitia yang mayoritas para ibu dan dilaksanakan di Punden Dusun nDungan.
Namun demikian Bapak Kamituwo setempat mempunyai pertimbangan lain. Maka pelaksanaan digeser ke arah barat beberapa meter tepatnya pada Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Cepiring 8. Perubahan tempat tersebut, ternyata membuahkan komunikasi yang baik antara umat Katolik Lingkungan Santo Bonifasius dan Lingkungan Santa Maria Magdalena, dengan ibu-ibu kader PKK Dusun Ndungan yang mengelola Posyandu.
Ibu-ibu Kader PKK tersebut, ikut terlibat aktif dalam pelaksanaan mulai dari penerimaan, registrasi pasien, hingga mengantar ke dalam ruang periksa dan penyampaian obat.
Membangun Relasi Kemasyarakatan
Menurut Ketua Wilayah X Ibu Theresia Endang, “selama ini kami sebagai umat katolik yang berdomisili di Desa Landungsari sudah terbiasa hidup saling menolong saling membantu sebagai sesama warga. Dengan adanya kegiatan pengobatan gratis ini, interaksi kami lebih meningkat. Secara khususnya antara ibu-ibu WKRI Ranting dengan ibu-ibu Kader Penggerak PKK.
Oleh karena itu, kami terus mencoba membangun komunikasi antar umat beragama melalui dialog pelayanan yang harmonis saling menghormati saling melayani. Ibu-ibu kader PKK juga berterima kasih, karena mendapatkan pengalaman baru. Yakni pengalaman tentang bagaimana menyelenggarakan pengobatan gratis. Mulai dari perencanaan, pengadaan prasarana dan sarana pendukung, penataan meja pelayanan, dan tempat sirkulasi pasien hingga penempatan ruang tunggu pasien.
Wujud Ucapan Syukur
Sedang menurut Ketua Bidang Pelayanan Paroki, Ibu Cindy, pengobatan gratis ini secara rutin ada dalam program kerja bidang. Pada tahun 2023 ini kami tujukan kepada warga Landungsari khususnya di Dusun nDungan. Selain itu juga sebagai ucapan syukur telah terbitnya IMB untuk pendirian Kapel Santo Bonifasius di Landungsari.
Selanjutnya beliau juga menyampaikan komposisi tenaga medis dan relawan yang diajak serta dalam pelayanan pengobatan gratis ini. Adapun komposisinya ialah, 5 orang dokter umum, 5 relawan tensi, 7 orang relawan asisten apoteker, 6 relawan administrasi, 7 mahasiswa STIKES Panti Waluyo Malang, dan 4 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.
Berangkat dari Kesadaran Pribadi
Hingga pukul 11.00 WIB sudah lebih dari 110 pasien datang dan dilayani secara gratis. Menurut Ibu dr. Paulina, dari antara mereka ada yang sakit flu, menyandang diabites, tekanan darah tinggi, bahkan beberapa didapati tensi tinggi. Ada pula yang menyampaikan keluhannya yakni pegel-pegel. Dalam kegiatan pengobatan gratis kali ini, tidak ditemukan pasien menyandang sakit tertentu yang harus dirujuk ke Fasilitas Kesehatan lanjutan.
Ibu dokter juga menyampaikan kegembiraannya, karena ada beberapa peserta pengobatan yang datang dengan kesadaran untuk memeriksa kesehatan saja, bukan karena sakit.
Lapak Jajanan Tradisional dan Pakaian
Kehadiran banyak warga dalam sebuah kegiatan, juga dimanfaatkan oleh mereka yang pandai menjemput bola. Yakni dengan membuka lapak jajanan tradisional seperti jamu beras kencur, kunir asem, cenil, lupis, bahkan sega pecel.
Di lapak lainnya juga terlihat kesibukan dan kerumunan warga yang memilah dan memilih baju bekas layak pakai, yang dijual dengan harga sangat murah.
Berita Keuskupan Malang-Perayaan Minggu Prapaskah ketiga kali ini berbeda dengan Perayaan Ekaristi minggu-minggu sebelumnya. Perayaan Ekaristi yang berlangsung di gereja Katedral Malang ini, dipimpin langsung oleh yang mulia Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto G., O.Carm, selaku Uskup Malang didamping empat imam konselebran, yakni RD. Y. Dimas Caesario, RD. Ag. Devit Setiawan, RD. P. Fajar Ariwiyatno, dan RD. St. Jemmy F. Tak hanya itu, perbedaan perayaan ekaristi kali ini juga tampak dari hadirnya 31 orang muda dari berbagai paroki dan kuasi di Keuskupan Malang. Hadir pula dalam perayaan ekaristi kali ini, perwakilan pengurus OMK dari Paroki Blimbing, Pasuruan dan Ijen.
Ajakan Mewartakan Yesus dan Menjadi Saksi bagi Sesama
Dalam pengantarnya Bapa Uskup Malang mengajak seluruh umat yang hadir, untuk turut berdoa bagi pertemuan akbar kaum muda dari seluruh Indonesia (IYD) agar dapat menghasilkan buah-buah yang nyata. Sedangkan dalam homilinya, Bapa Uskup mengajak setiap umat untuk mencoba lebih aktif mewartakan Yesus kepada sesama. Sebagaimana perjalanan iman perempuan samaria yang bertemu Yesus, berawal dari pendosa, acuh tak acuh, mulai bertobat, lebih rajin, banyak belajar, ingin mengetahui ajaran agama dengan lebih mendalam, dan akhirnya menjadi saksi bagi sesama. Homili Bapa Uskup tersebut sekaligus merupakan motivasi bagi para peserta IYD untuk mulai menghidupi tema IYD 2023, yakni “Orang Muda, Katolik Bangkit dan Bersaksilah!”.
Pemberkatan Salib IYD dan Kontingen
Setelah pengumuman gereja, para peserta IYD dari Keuskupan Malang diminta berdiri, dan dimulailah prosesi pemberkatan salib IYD Keuskupan Malang. Sebelum pemberkatan RD. Y. Dimas, selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Malang memberi penjelasan singkat mengenai salib IYD yang akan diberkati. Salib IYD tersebut, terbuat dari kayu yang berasal dari potongan bangku gereja stasi pronojiwo yang terkena gempa, diatasnya terdapat dua belas batu dan pasir yang berasal dari erupsi gunung semeru. Dua belas batu tersebut lambang dari Para Rasul dan pasir melambangkan umat yang menerima pewartaan Para Rasul. Salib yang kemudian diberkati Bapa Uskup tersebut, akan berkeliling ke setiap dekenat di Keuskupan Malang. Di masing-masing dekenat para kaum muda dan umat diminta untuk berdoa di depan salib, untuk kelancaran acara IYD ke-3 yang akan diadakan di Keuskupan Palembang 26-30 Juni 2023.
Setelah Pemberkatan salib IYD, Bapa Uskup juga memberkati para peserta IYD yang akan berangkat sebagai kontingen dari Keuskupan Malang.
Perutusan Kontingen dan Pembukaan Safari Salib IYD
Rangkaian upacara pemberkatan salib IYD dan para kontingen, kemudian dilanjutkan dengan upacara simbolis perutusan kontingen. Upacara tersebut ditandai dengan penyerahan salib IYD Keuskupan Malang dari Bapa Uskup kepada RD. Ag. Devit, selaku ketua kontingen Keuskupan Malang. Salib tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan orang muda dari Dekenat Selatan Malang, sebagai pertanda bahwa Safari Salib IYD telah dimulai. Perayaan Ekaristi tersebut ditutup berkat oleh Bapa Uskup dan foto bersama.
Kontributor: Jemmy F.
Dokumentasi: Gerry Newan
Keuskupan Malang
Jl. Guntur No.2, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen 65119, Kota Malang
Jawa Timur Indonesia