MEI, PERAYAAN HARI KOMUNIKASI SOSIAL NASIONAL DISELENGGARAKAN DI ATAMBUA

Pers Rilis, 24 Maret 2023

Setelah ditunda tiga tahun, Perayaan Hari Komunikasi Sosial Nasional atau yang sering disebut PKSN kali ini benar-benar diselenggarakan di Keuskupan Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 17-21 Mei 2023.

Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia Romo Anthonius Steven Lalu Pr, Jumat (24/03/2023) menyatakan, PKSN akan diselenggarakan di Kota Kefa (Kefamenanu), sebuah wilayah dekenat di Keuskupan Atambua yang dihuni oleh 90 persen warga Katolik, dan merupakan ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.

Keuskupan Atambua sendiri telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk keperluan perayaan yang bakal berlangsung selama lima hari ini. Mulai dari pelatihan audio visual bagi pegiat komsos paroki yang bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten. Juga ada pendampingan bagi siswa-siswi SMA tentang bagaimana bermedia dengan cerdas.

Pelatihan dan pendampingan katekese digital bagi para calon katekis, pendampingan penggunaan medsos bagi ibu-ibu, seminar literasi sosial bekerjasama dengan kementerian Kominfo, dan lomba untuk anak-anak sekami akan meramaikan PKSN Atambua.

Romo Steven menyebutkan, kali ini kegiatan perayaan tak hanya berlangsung secara offline di Atambua. “PKSN juga diselenggarakan secara online. Beberapa acara seperti misalnya seminar nasional akan diselenggarakan secara hybrid,”ujarnya di Jakarta.

Selama beberapa pekan sebelumnya, berbagai lomba diselenggarakan secara online demi memeriahkan PKSN sekaligus menggaungkan pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia: “Berbicara dengan Hati”. Beberapa pelatihan dan lomba antara lain; lomba konten kreatif digital, lomba cipta lagu tema pesan paus, lomba menulis cerita, lomba podcast pewartaan, lomba menulis opini di media massa, komsoslympic, dan lomba film pendek.

“Rencananya juga akan ada tiga kali webinar yang akan membahas pesan paus dengan enggel yang berbeda pada akhir Maret, awal April dan Mei,”ujar Steven. Webinar ini dilengkapi dengan satu kali kegiatan refleksi bersama para ketua komsos tentang tema paus yang diselenggarakan secara hybrid dan berpusat di Kefamenanu.

Bicara dengan Hati

Tema PKSN yang juga merupakan inti dari pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-57 tahun ini berbunyi “Bicara dengan Hati”. “Setelah kita berlatih mendengarkan yang menuntut kita menunggu dan bersabar serta tidak memaksakan sudur pandang kita dengan cara yang merugikan, akhirnya kita dapat masuk dalam dinamika dialog dan saling berbagi, tepatnya berkomunikasi dengan ramah,”ujar Paus dalam pesannya.

Pesan Paus untuk bicara dengan hati ini menanggapi situasi dunia yang begitu kompleks ditandai dengan kekerasan (perang), amarah, ketidakpedulian dan kepalsuan. Menurut Paus, berkomunikasi dengan ramah (bicara dengan hati) berarti kita diminta untuk terlibat dalam ketakutan, harapan dan penderitaan manusia zaman ini dengan menemani dan memberi kasih melalui tutur kata. “Kita sebagai umat Kristiani didesak terus-menerus untuk menjaga lidah dari yang jahat,”ujar Paus.

Dalam pesannya ini pula Paus menampilkan sosok penulis atau pujangga Gereja yang pada tahun ini kita rayakan 400 tahun wafatnya, yakni Santo Fransiskus de Sales. Uskup Jenewa yang meninggal pada 28 Desember 1622 adalah pelindung para komunikator termasuk para wartawan/ jurnalis. Dia juga pelindung para penyandang disabilitas.

Bagi Paus, Fransiskus de Sales merupakan teladan yang tepat dalam berkomunikasi dengan hati. Berbagai tulisan yang pernah dibuat Fransiskus de Sales menginspirasi banyak pihak termasuk salah satunya Santo John Henry Newman yang kagum dengan ungkapan Frans de Sales dan menjadikannya sebagai motto hidup, yakni “cor ad cor loquitur” yang dalam Bahasa Indonesia berarti hati berbicara kepada hati.

Maksudnya, agar dapat bicara dengan baik, cukup dengan mencintai secara baik. Frans meyakini bahwa komunikasi tidak boleh direduksi sehingga yang kita sampaikan sebuah kepalsuan yang saat ini kita sebut sebagai strategi marketing. Komunikasi, bagi Frans merupakan cerminan jiwa, permukaan dari inti cinta yang tidak terlihat oleh mata. Frans juga menyatakan dengan jelas bahwa kita adalah apa yang kita komunikasikan. Jangan sampai apa yang kita ungkapkan bukanlah sejatinya dari diri kita.

“Komunikasi sering dieksploitasi sehingga dunia melihat kita seperti yang kita inginkan, bukan siapa kita sebenarnya,”tegas Paus Fransiskus mengutip kata-kata Frans de Sales.

 

—000—

Abdi Susanto

Narahubung :

Antonius Steven Lalu (Sekretaris Eksekutif Komsos KWI)

+62 813-1140-2954

PENGOBATAN GRATIS OLEH BIDANG PELAYANAN PAROKI KATEDRAL MALANG

Berita Keuskupan Malang-Paroki Katedral Malang melalui Bidang Pelayanan melaksanakan pengobatan gratis di Dusun nDungan Desa Landungsari, pada Minggu 12 Maret 2023 mulai pukul 08.00 s.d 12.00 WIB. Pada mulanya kegiatan ini diusulkan oleh panitia yang mayoritas para ibu dan dilaksanakan di Punden Dusun nDungan.

Namun demikian Bapak Kamituwo setempat mempunyai pertimbangan lain. Maka pelaksanaan digeser ke arah barat beberapa meter tepatnya pada Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Cepiring 8. Perubahan tempat tersebut, ternyata membuahkan komunikasi yang baik antara umat Katolik Lingkungan Santo Bonifasius dan Lingkungan Santa Maria Magdalena, dengan ibu-ibu kader PKK Dusun Ndungan yang mengelola Posyandu.

Ibu-ibu Kader PKK  tersebut, ikut terlibat aktif dalam pelaksanaan mulai dari penerimaan, registrasi pasien, hingga mengantar ke dalam ruang periksa dan penyampaian obat.

Membangun Relasi Kemasyarakatan

Menurut Ketua Wilayah X Ibu Theresia Endang, “selama ini kami sebagai umat katolik yang berdomisili di Desa Landungsari sudah terbiasa hidup saling menolong saling membantu sebagai sesama warga. Dengan adanya kegiatan pengobatan gratis ini, interaksi kami lebih meningkat. Secara khususnya antara ibu-ibu WKRI Ranting dengan ibu-ibu Kader Penggerak PKK.

Oleh karena itu, kami terus mencoba membangun komunikasi antar umat beragama melalui dialog pelayanan yang harmonis saling menghormati saling melayani. Ibu-ibu kader PKK juga berterima kasih, karena mendapatkan pengalaman baru. Yakni pengalaman tentang bagaimana menyelenggarakan pengobatan gratis. Mulai dari perencanaan, pengadaan prasarana dan sarana pendukung, penataan meja pelayanan, dan tempat sirkulasi pasien hingga penempatan ruang tunggu pasien.

Wujud Ucapan Syukur

Sedang menurut Ketua Bidang Pelayanan Paroki, Ibu Cindy, pengobatan gratis ini secara rutin ada dalam program kerja bidang. Pada tahun 2023 ini kami tujukan kepada warga Landungsari khususnya di Dusun nDungan. Selain itu juga sebagai ucapan syukur telah terbitnya IMB untuk pendirian Kapel Santo Bonifasius di Landungsari.

Selanjutnya beliau juga menyampaikan komposisi tenaga medis dan relawan yang diajak serta dalam pelayanan pengobatan gratis ini. Adapun komposisinya ialah, 5 orang dokter umum, 5 relawan tensi, 7 orang relawan asisten apoteker, 6 relawan administrasi, 7 mahasiswa STIKES Panti Waluyo Malang, dan 4 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Berangkat dari Kesadaran Pribadi

Hingga pukul 11.00 WIB sudah lebih dari 110 pasien datang dan dilayani secara gratis. Menurut Ibu dr. Paulina, dari antara mereka ada yang sakit flu, menyandang diabites, tekanan darah tinggi, bahkan beberapa didapati tensi tinggi. Ada pula yang menyampaikan keluhannya yakni pegel-pegel. Dalam kegiatan pengobatan gratis kali ini, tidak ditemukan pasien menyandang sakit tertentu yang harus dirujuk ke Fasilitas Kesehatan lanjutan.

Ibu dokter juga menyampaikan kegembiraannya, karena ada beberapa peserta pengobatan yang datang dengan kesadaran untuk memeriksa kesehatan saja, bukan karena sakit.

Lapak Jajanan Tradisional dan Pakaian

Kehadiran banyak warga dalam sebuah kegiatan, juga dimanfaatkan oleh mereka yang pandai menjemput bola. Yakni dengan membuka lapak jajanan tradisional seperti jamu beras kencur, kunir asem, cenil, lupis, bahkan sega pecel.

Di lapak lainnya juga terlihat kesibukan dan kerumunan warga yang memilah dan memilih baju bekas layak pakai, yang dijual dengan harga sangat murah.

Kontributor dan Dokumentasi: L. Suryono

ed. Jemmy F.

MISA PEMBUKAAN SAFARI SALIB IYD DAN PERUTUSAN KONTINGEN IYD 2023 KEUKUPAN MALANG

Berita Keuskupan Malang-Perayaan Minggu Prapaskah ketiga kali ini berbeda dengan Perayaan Ekaristi minggu-minggu sebelumnya. Perayaan Ekaristi yang berlangsung di gereja Katedral Malang ini, dipimpin langsung oleh yang mulia Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto G., O.Carm, selaku Uskup Malang didamping empat imam konselebran, yakni RD. Y. Dimas Caesario, RD. Ag. Devit Setiawan, RD. P. Fajar Ariwiyatno, dan RD. St. Jemmy F. Tak hanya itu, perbedaan perayaan ekaristi kali ini juga tampak dari hadirnya 31 orang muda dari berbagai paroki dan kuasi di Keuskupan Malang. Hadir pula dalam perayaan ekaristi kali ini, perwakilan pengurus OMK dari Paroki Blimbing, Pasuruan dan Ijen.

Ajakan Mewartakan Yesus dan Menjadi Saksi bagi Sesama

Dalam pengantarnya Bapa Uskup Malang mengajak seluruh umat yang hadir, untuk turut berdoa bagi pertemuan akbar kaum muda dari seluruh Indonesia (IYD) agar dapat menghasilkan buah-buah yang nyata. Sedangkan dalam homilinya, Bapa Uskup mengajak setiap umat untuk mencoba lebih aktif  mewartakan Yesus kepada sesama. Sebagaimana perjalanan iman perempuan samaria yang bertemu Yesus, berawal dari pendosa, acuh tak acuh, mulai bertobat, lebih rajin, banyak belajar, ingin mengetahui ajaran agama dengan lebih mendalam, dan akhirnya menjadi saksi bagi sesama. Homili Bapa Uskup tersebut sekaligus merupakan motivasi bagi para peserta IYD untuk mulai menghidupi tema IYD 2023, yakni “Orang Muda, Katolik Bangkit dan Bersaksilah!”.

Pemberkatan Salib IYD dan Kontingen

Setelah pengumuman gereja, para peserta IYD dari Keuskupan Malang diminta berdiri, dan dimulailah prosesi pemberkatan salib IYD Keuskupan Malang. Sebelum pemberkatan RD. Y. Dimas, selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Malang memberi penjelasan singkat mengenai salib IYD yang akan diberkati. Salib IYD tersebut, terbuat dari kayu yang berasal dari potongan bangku gereja stasi pronojiwo yang terkena gempa, diatasnya terdapat dua belas batu dan pasir yang berasal dari erupsi gunung semeru. Dua belas batu tersebut lambang dari Para Rasul dan pasir melambangkan umat yang menerima pewartaan Para Rasul. Salib yang kemudian diberkati Bapa Uskup tersebut, akan berkeliling ke setiap dekenat di Keuskupan Malang. Di masing-masing dekenat para kaum muda dan umat diminta untuk berdoa di depan salib, untuk kelancaran acara IYD ke-3 yang akan diadakan di Keuskupan Palembang 26-30 Juni 2023.

Setelah Pemberkatan salib IYD, Bapa Uskup juga memberkati para peserta IYD yang akan berangkat sebagai kontingen dari Keuskupan Malang.

Perutusan Kontingen dan Pembukaan Safari Salib IYD

Rangkaian upacara pemberkatan salib IYD dan para kontingen, kemudian dilanjutkan dengan upacara simbolis perutusan kontingen. Upacara tersebut ditandai dengan penyerahan salib IYD Keuskupan Malang dari Bapa Uskup kepada RD. Ag. Devit, selaku ketua kontingen Keuskupan Malang. Salib tersebut kemudian diserahkan kepada perwakilan orang muda dari Dekenat Selatan Malang, sebagai pertanda bahwa Safari Salib IYD telah dimulai. Perayaan Ekaristi tersebut ditutup berkat oleh Bapa Uskup dan foto bersama.

Kontributor: Jemmy F.

Dokumentasi: Gerry Newan

 

SOSIALISASI KOMISI GENDER PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DEKENAT MALANG KOTA 1 DAN 2

Berita Keuskupan Malang-Alumni peserta Sosialisasi Komisi Gender Pemberdayaan Perempuan (KGPP) bulan November 2022, menyelenggarakan Sosialisasi GPP. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperluas jaringan dan jangkauan serta pemahaman akan gender dan pemberdayaan perempuan. Acara tersebut disampaikan kepada perwakilan umat paroki di paroki-paroki se Dekenat Malang Kota 1 dan 2.

Mereka membentuk kepanitiaan kecil dengan modal awal yang sangat minim. Namun demikian sosialisasi Gender dan Pemberdayaan Perempuan dapat dilaksanakan dengan baik.

Hal ini terjadi berkat bantuan dari Pastor Paroki Vincentius A Paulo Malang dan Komisi GPP Keuskupan Malang.

Acara yang dilaksanakan pada Minggu 5 Maret 2023 bertempat di Ruang Agape Paroki St. Vincentius A Paulo Malang, mulai pukul 09.30 sd. 12.30 WIB.

Sambutan Pastor Paroki St. Vincentius A Paulo, Langsep

Dalam sambutan pembuka, Pastor Paroki Santo Vincentius A Paulo Malang Romo Petrus Maria Handoko CM menyampaikan, “merasa terhormat kegiatan seperti ini dilaksanakan di Paroki Langsep, dan kami membantu apa yang bisa”.

Lanjutnya “Partisipasi wanita bukan untuk menyerupai pria. Sumbangan khas wanita yang harus ditonjolkan adalah sifat keibuannya. Peran sebagai ibu yang berbelas kasih kepada siapapun yang harus ditularkan. Ibu-ibu jangan keluar dari keluarga hanya karena peran gender, itu tak diharapkan.” Beliau juga mengingatkan akan adanya dokumen dari Bapa Paus Yohanes Paulus II (Santo Yohanes Paulus II) tentang menjalankan fungsi mendidik di dalam keluarga.

Sambutan Ketua Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Malang

Sedangkan Ketua KGPP KM menyampaikan, “menitip pesan agar para peserta yang hadir pada hari ini dapat menyampaikan sosialisasi tentang GPP di paroki masing-masing juga menyinggung tentang proses terbentuknya KGPP di Keuskupan Malang pada bulan November 2019.

Beliau juga mengapresiasi kehadiran ibu-ibu dari WKRI Cabang yang ada di Demako 1 dan 2. Beliau juga mengingatkan pula akan visi-misi WKRI yang dalam salah satu pasalnya ada tertulis ‘memperjuangkan kesetaraan gender’.

Pemaparan Narasumber

Komisi GPP Keuskupan Malang mengirimkan dua orang narasumber terbaiknya yakni Ibu Lucia Ari dan Ibu Kristien. Mereka dapat menyampaikan bahan sosialisasi dengan baik mulai dari Tujuan-Fungsi GPP sampai dengan Rencana Aksi yang dilaksanakan. Seluruh materi disampaikan dalam waktu sekitar 120 menit dengan bantuan sarana LCD Proyektor.

Tema yang ditawarkan oleh Panitia kepada narasumber dan peserta adalah, “Kesetaraan Peran Laki-laki dan Perempuan”

Acara yang padat ini tidak melupakan ungkapan iman, dengan tetap berdoa Angelus pada pukul 12.00 WIB diiringi dengan bunyi lonceng dari Gereja Santo Vincentius A Paulo Malang

Peserta yang hadir merupakan wakil umat dari paroki-paroki se Demako 1 dan 2. Sejumlah 97 orang hadir dalam acara tersebut. Peserta yang hadir mayoritas ibu-ibu namun ada pula tiga bapak dan empat OMK.

Mereka sangat antusias mengikuti sosialisasi ini dengan menyimak paparan dari narasumber secara aktif. Hal ini tampak dari adanya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Ada pula pertanyaan yang mungkin bersinggungan dengan budaya lokal yang masih menganggap bahwa perempuan sebagai ‘konco wingking’. Semua pertanyaan dapat dijawab oleh kedua narasumber dengan baik.

Dari laporan Ketua Panitia Ibu Riski Wardani, bahwa disamping kehadiran peserta dari perwakilan atau utusan paroki, hadir pula perwakilan ibu-ibu PKK Desa Bandulan Kota Malang.

Mereka berpartisipasi ikut serta mensukseskan kelancaran acara sosialisasi GPP ini dan menjaga kesehatan peserta serta dalam rangka menjalin relasi yang baik dengan sesama umat beragama.

 

Foto: Panitia Sosialisasi GPP Demako

Kontributor: L. Suryono

Sebuah informasi penting juga disampaikan oleh Ibu Lusia Ari, “bawah Sosialisasi Gender dan Pemberdayaan Perempuan untuk OMK akan dilaksanakan di Malang pada bulan Mei 2023 dengan nara sumber dua anak muda dari Jakarta.

TEMU KOMISI KOMSOS REGIO JAWA: BERJALAN BERSAMA MENCINTAI TUHAN DAN ALAM SEMESTA

Berita Keuskupan Malang-Awal Maret menjadi momen istimewa bagi Komisi Komunikasi Sosial Regio Jawa. Ini dikarenakan para Ketua Komisi Komsos Regio Jawa beserta timnya, mengadakan pertemuan bersama untuk membangun jaringan, keakraban, sekaligus belajar bersama. Pertemuan yang diadakan pada tanggal 3-5 Maret 2023 tersebut berlangsung di dua tempat, yakni Griya Samadi Resi Aloysii dan Gunung Bromo.

Acara ini diawali dengan makan siang dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama. Hadir dalam pertemuan tersebut sekretaris eksekutif Komisi Komsos KWI, RD. Antonius G. A. Lalu bersama stafnya Stefani Ira. Pertemuan yang dimulai siang hari tersebut, dibuka dengan sambutan oleh RD. Al. Boedi Prasetyo, Ketua Komisi Komsos Keuskupan Surabaya, selaku panitia utama. Kemudian dilanjutkan sambutan dari RD. Antonius Lalu, sekaligus perkenalan Ketua-ketua Komsos dari tujuh Keuskupan di Regio Jawa beserta timnya.

Literasi Digital dan Pelindungan Data

Setelah sambutan-sambutan dan perkenalan, acara dilanjutkan dengan mendengarkan masukan dari Bapak Dr. Ir. Bonifasius W. P., M.Eng. Pak Boni sapaan akrab beliau, merupakan Direktur Pemberdayaan Informatika di Kemenkominfo. Dalam pemaparannya, Beliau menjelaskan tentang pentingnya literasi digital dan menjaga keamanan data pribadi serta akun media sosial. Beliau juga menyampaikan bahwa terdapat empat pilar dalam literasi digital yang perlu diperhatikan, yakni digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.

Setelah pemaparan tersebut dibuka ruang tanya jawab dan sharing bersama. Para peserta aktif dan menyampaikan berbagai pertanyaan berkenaan dengan persoalan-persoalan yang dialami di keuskupan masing-masing.  Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi pembuka, yang dipimpin oleh RD. Eka B. S., Vikjen Keuskupan Surabaya didampingi RD. Boedi dan RD. Antonius Lalu.

 

Sharing dan Rekomendasi

Keesokan harinya acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin RD. Reynaldo Antoni Haryanto, Ketua Komisi Komsos KAJ. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan pagi dan sharing antar keuskupan. Dalam sharing antar keuskupan tersebut, masing-masing ketua komisi memaparkan program kerja dan mensharingkan berbagai persoalan yang dialami di keukupan masing-masing.

Sesi pagi hingga siang hari tersebut, ditutup dengan kesepakatan bersama dan rekomendasi pertemuan. Dimana dalam kesepakatan itu, ditetapkan Komisi Komsos Keuskupan Bogor sebagai tuan rumah Temu Komsos Regio Jawa tahun berikutnya, dan Komisi Komsos Keuskupan Purwokerto sebagai penyelenggara studi bersama digital safety.

Sukacita dan Keakraban

Acara kemudian dilanjutkan dengan santap siang bersama dan menuju ke hotel Lereng Bromo. Di tempat tersebut para peserta mengadakan malam keakraban, sekaligus persiapan menuju gunung Bromo keesokan harinya. Hadir dalam acara tersebut, owner Hotel Lereng Bromo yang menyambut para peserta dengan sangat baik. Hadir pula Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) beserta jajarannya.

Keesokan harinya, beberapa jip dan pajero telah terparkir di depan hotel, siap membawa peserta menuju penanjakan gunung Bromo. Di gunung Bromo para peserta tidak hanya sekedar melihat sunrise, tetapi juga membuat beberapa konten dan reportase. Selanjutnya, para peserta menuju BB-TNBTS dan disambut dengan luar biasa oleh Bapak C. Hendro Wijanarko selaku Ketua BB-TNBTS beserta jajarannya.

Perjalanan di gunung Bromo ditutup dengan Perayaan Ekaristi, yang sekaligus menutup rangkaian acara Temu Komisi Komsos Regio Jawa. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Jemmy, Ketua Komisi Komsos Keuskupan Malang tersebut bertempat di taman BB-TNBTS. Turut mendampingi dalam Perayaan Ekaristi tersebut, RD. Randy-Ketua Komisi Komsos Keuskupan Purwokerto, RP. Nono Juwarno, OSC-Ketua Komisi Komsos Keuskupan Bandung, Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI dan para romo Ketua Komisi Komsos se-Regio Jawa.

Mencintai Alam Semesta

Setelah Perayaan Ekaristi berlangsung, dilakukan penanaman bunga Edelweis untuk dibudidayakan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk cinta kepada alam semesta, sebagaimana tertuang dalam tema Temu Komisi Komsos Regio Jawa tahun ini. Penanaman secara simbolis tersebut dilakukan oleh RD. Antonius Lalu didampingi Bapak C. Hendro Wijanarko dan para Ketua Komisi Komsos. Acara Temu Komsos yang merupakan kolaborasi antara Keuskupan Surabaya dan Malang ini ditutup dengan makan siang bersama dan kunjungan ke taman Edelweis binaan BB-TNBTS.

Sampai jumpa di Temu Komisi Komsos Regio Jawa tahun berikutnya.

Kontributor: Jemmy F.

Dokumentasi: Panitia

logo-uskup-PNG-Web

Keuskupan Malang

Jl. Guntur No.2, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen 65119, Kota Malang
Jawa Timur Indonesia

Fideliter Praedicare Evangelium Christi